Powered By Blogger

Sabtu, 20 Agustus 2011

KURANG NYA PENGETAHUAN AKAN PEREKONOMIAN DAN CARA BERPIKIR RASIONAL

masyarakat yang kurang peduli dan mengerti akan sebuah arti alam dan perekonomian,padahal alam harus nya di manfaatkan dengan baik,dengan tidak merusak dan tidak di sia-sia kan,seperti  haknya yg dilakukan oleh CV.RIZKI PUTRA yg memanfaat kan alam dengan tujuan untuk membangun perekonomian warga setempat.
kami mengeloloa alam dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,tidak lepas dari itu kami pun peduli akan lingkungan sekitar,karena kami pun melakukan reboisasi(penghijaun)di lokasi perusahaan.namun sebagian masyarakat ada yg belum mengerti akan arti pengelolahan tersebut  dan mereka selalu mengaitkannya dengan jalan yang rusak,yang mereka bilang itu akibat mobil truck yang membawa batu dari perusahaan CV.RIZKI PUTRA.

Bila di teliti dan melihat kondisi jalan sekitar yang rusak,sebenarnya bukan karna mobil yang bermuatan berat,melainkan kondisi jalan yang belum memenuhi standard,lagi pula,tidak semua jalan yang di lintasi truck CV.RIZKY PUTRA rusak,melainkan hanya sebagian,yaiutu jalan yang belum memenuhi standard ,contohnya jalan yang berada di daerah cileungsi,mengapa jalan tersebut tidak rusak,padahal jalur tersebut di gunakan kontainer yang bermuatan pasir dan masih membawa air dan bebannya pun lebih berat dari mobil truck yang membawa batu dari CV.RIZKY PUTRA,bisa di simpulkan bahwa memang kondisi jalan yang berada di jalur sukamakmur memang belum memenuhi standard,mungkin anggaran yang telah di berikan pemerintah untuk membangun jalan yang layak dan memenuhi standard tidak di penuhi oleh kontaktor atau pun si pembangun jalan,oleh sebab itu berpikir lah secara rasional dan jangan mengambil tindakan layaknya orang bodoh dan tak berpendidikan. 

sekian blog saya,bila ada kesalahan tulisan atau pun kata-kata yang kurang berkenan mohon di maafkan.
                                                              TERIMA KASIH

Sabtu, 11 Desember 2010

PEMBANGUNAN JALUR PUNCAK II BOGOR

Pembangunan jalur puncak II bogor

PEMBANGUNAN jalur Puncak II yang ditolak Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak menyurutkan niat Pemerintah Kabupaten Bogor. Camat Sukamakmur Didin Wahidin menegaskan bahwa pembangunan yang menghubungkan antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur terus berjalan. "Meski usulan ke Pemprov Jabar ditolak, pada saat jumling, bupati berjanji jalur Puncak II akan dibangun bertahap," tegas Didin kepada Radar Bogor.

Ia menambahkan, pintu masuk jalur Puncak II itu dari Babakanmadang hingga ke Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur sepanjang 12,5 km tembus ke Cipanas Kabupaten Cianjur. "Masyarakat Sukamakmur akan tetap mengusulkan dan menagih janji pemprov untuk mewujudkan jalur Puncak II ini," tegas Didin.

Penolakan pembangunan oleh provinsi dan pusat itu membuat masyarakat Sukamakmur kecewa. Karena, pembangunan jalur Puncak II itu sudah digadang-gadang sejak lama. Namun, kenyataanya pembangunannya terhambat.

"Bila jalur Puncak II itu tak terwujud, Sukamakmur tidak akan maju," terang Ketua PK KNPI Sukamakmur Deden Supandi, kemarin.

Ia menambahkan, pembangunan jalur Puncak II itu sangat diharapkan masyarakat. Karena, dengan terbukanya akses itu, jalur perekonomian menjadi lancar dengan harapan mendatangkan investor ke Sukamakmur.

Pembangunan jalur Puncak II itu tetap dilaksanakan menggunakan APBD Kabupaten Bogor. Panitia Anggaran (Panang) DPRD Kabupaten Bogor Fikri Hudi Oktiarwan menerangkan bahwa pembangunan jalur Puncak II itu akan menggunakan APBD Kabupaten Bogor dan dilaksanakan bertahap. (sal)